Benarkah De Ligt Menjadi Titik Lemah Pertahanan Juventus?
sumber: goal.com

Benarkah De Ligt Menjadi Titik Lemah Pertahanan Juventus?

80 kali dilihat

BOLAMEDIA -Matthijs de Ligt menjadi salah satu pembelian Juventus paling fenomenal musim ini. Didatangkan dari Ajax Amsterdam, De Ligt sempat memegang rekor sebagai pemain belakang termahal. Namun, benarkah pembelian De Ligt menguntungkan Juventus? Mungkin kita perlu sejenak menengok performa pemain muda asal Belanda ini di laga pra musim kemarin.

Rasio Kebobolan Juventus Selama Pra Musim

Dengan kebobolan 9 gol dalam 5 partai pra musim, maka Juventus mempunyai rasio kebobolan sebesar 1,8. Juventus sempat kalah 2-3 saat melawan Tottenham Hotspur, seri 1-1 melawan Inter Milan, kembali imbang 3-3 melawan K-League All Star, menang besar 4-0 atas Novara, dan terakhir kalah 1-2 dari Atletico Madrid.

Rasio kebobolan di pra musim 2019/2020 bisa dibilang paling buruk sejak musim 2011/2012. Sebelumnya, Juventus memiliki rasio kebobolan buruk pada musim 2017/2018, yaitu sebesar 1,7 (kebobolan 4 gol dari 7 pertandingan). Bisa dibilang, pertahanan Juventus selama pra musim kali ini sangat buruk dibandingkan dengan catatan-catatan sebelumnya.

Dana yang Digelontorkan Juventus untuk Perkuat Pertahanan

Dikenal sebagai klub dengan pertahanan terbaik di Italia, wajar rasanya kalau Juventus begitu loyal mengeluarkan uang demi memperkuat pertahanan. Itu pula yang mereka lakukan di bursa musim panas kali ini. Juventus membelanjakan 152 juta euro (2,5 triliun rupiah) untuk mendatangkan Luca Pellegrini, Merih Demiral, Matthijs de Ligt, dan Danilo.

Baca Juga:  Wajah "Baru" Serie A Musim Depan

Hal ini rasanya berbanding terbalik dengan hasil yang Juventus peroleh di laga pra musim. Apalagi ada sosok De Ligt yang hadir dengan harga sangat mahal untuk ukuran pemain belakang. Lalu, seberapa besar kontribusi De Ligt bagi pertahanan Juventus?

Performa De Ligt Disebut Sebagai Titik Lemah Pertahanan Juventus

Belakangan banyak pengamat berpendapat bahwa bisa jadi De Ligt menjadi kunci kelemahan pertahanan Juventus. Saat pertandingan melawan Tottenham Hotspur, Juventus masih sempat unggul 2-1 sebelum De Ligt dimasukkan. Saat pemain Belanda tersebut ikut bermain, Juventus justru tertinggal menjadi 2-3. Begitu pula di laga melawan Inter Milan, De Ligt justru menciptakan gol bunuh diri. Kebobolan banyak gol juga dialami Juventus saat De Ligt bermain penuh melawan K-League All Star dan Atletico Madrid.

Baca Juga:  Allegri Sebut Ronaldo Masa Depan Juventus

Muarizio Sarri, pelatih Juventus, menganggap De Ligt masih on the track. Dia bukanlah satu-satunya penyebab keroposnya pertahanan Juventus. De Ligt masih beradaptasi guna memulai musim baru 2019/2020 akhir Agustus mendatang. Sangat tidak adil jika menimpakan kesalahan pertahanan hanya pada sosok De Ligt.

Kita tunggu saja apakah De Ligt mampu memperkokoh pertahanan Juventus saat Serie A kembali bergulir. Semoga laga-laga pra musim benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi De Ligt.

Bagikan artikel ini
Sembunyikan menu